Selasa, 19 April 2011

DRIAD

0 komentar
 
Driad adalah makhluk legendaris dari mitologi Yunani. Menurut mitologi Yunani, Driad merupakan makhluk, atau semacam peri, yang menghuni tumbuh-tumbuhan, berwujud wanita.
Dalam bahasa Yunani istilah serupa, drys, berarti pohon oak. Dari kata ini timbul pengertian mengenai Driad yakni kaum Nymph yang hidup dalam tumbuh-tumbuhan. Istilah tersebut sering dipakai untuk menyebut kaum Nymph yang tinggal dalam pepohonan secara umum.
Karakter Driad dari mitologi Yunani muncul dalam kisah fantasi The Chronicles of Narnia sebagai spirit berwujud wanita yang berasal dari pepohonan.
Dalam permainan Warcraft, Driad muncul sebagai salah satu unit petarung dari ras Elf. Wujudnya setengah wanita dan setengah rusa.
Readmore...

DRAKON

0 komentar
 
Dalam mitologi Yunani, Drakon adalah makhluk reptil berbentuk ular raksasa berukuran besar. Banyak Drakon memiliki tambahan anggota badan tertentu seperti kaki atau sayap. Drakon bisa disamakan dengan naga dalam beberapa kebudayaan lain. Drakon berjenis kelamin jantan, sedangkan makhluk betinanya disebut Drakaina. Drakon seringkali muncul dalam mitologi Yunani sebagai makhluk yang menjaga tempat atau benda keramat dan biasanya dibinasakan oleh para pahlawan.
Readmore...

DRAKAINA

0 komentar
 
Dalam mitologi Yunani, Drakaina (bahasa Yunani: δράκαινα) adalah monster ular atau naga besar berjenis kelamin betina. Sementara Monster ular berjenis kelamin jantan disebut Drakon. Drakaina kadang memiliki bagian tubuh manuia. Beberapa Drakaina yang terkenal adalah Kampe, Keto, Delfin, Ekhidna, Skilla, Lamia (atau Sibaris), Poine, dan Pithon.
Pithon dan penggambaran awal Delfin ditampilkan hanya sebagai ular berukuran raksasa. Sementara banyak Drakaina berwujud setengah manusia, misalnya Lamia, Kampe, Ekhidna, Keto, Skilla, dan beberapa penggambaran Delfin.
Drakaina biasanya dibunuh oleh dewa atau setengah dewa. Delfin dan Kampe dibunuh oleh Zeus, Pithon dibunuh oleh Apollo, Ekhidna dibunuh oleh Argus Panoptes.
Keto dan Ekhidna merupakan Drakaina yang melahirkan banyak monster, termasuk di antaranya ada juga Drakon dan Drakaina. Keto, menurut Hesiodos, melahirkan Ekhidna, selain juga Skilla dan Ladon. Masih menurut Hesiodos, Ekhidna melahirkan Chimaira, Kerberos, Orthros, Singa Nemea, Sphinx, dan Hidra. Beberapa sumber lain, misalnya Hyginus, bahkan menyebutkan lebih banyak lagi monster keturunan Ekhidna, yaitu Elang Kaukasus, Babi Krommios, Drakon Kolkhis, Skilla, dan Kharibdis.
Readmore...

DAMOVOI

0 komentar
 
Domovoi (bahasa Rusia: домово́й) adalah roh yang menguni rumah dalam cerita rakyat Slavia. Domovoi adalah makhluk jantan, berukuran kecil, kadang-kadang tubuhnya ditutupi rambut. Menurut beberapa tradisi, domovoi mengambil wujud pemilik rumah saat itu ataupun pemilik rumah sebelumnya, kadang-kadang dengan ekor atau tanduk kecil. Ada banyak kisah ketika tetangga melihat pemilik rumah di halaman padahal sebenarnya sang pemilik rumah sedang tidur di kamarnya. Domovoi juga bisa berubah menjadi kucing atau anjing.[1]
Readmore...

DABBAT AL-ARD

0 komentar
 
ض‎) adalah sebuah frasa yang berarti binatang buas (monster) yang muncul dari perut bumi. Dalam Islam binatang ini sebagai salah satu tanda sebelum datangnya Hari Penghakiman.
Binatang melata yang dikenali sebagai Dābbat al-ard ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa[1], setelah peristiwa Matahari terbit dari Barat. ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabbat al-ard ini akan membawa tongkat Musa dan cincin Sulayman.

[sunting] Etimologi

Dābbat ( دابة) dalam Bahasa Arab yang berarti “binatang” atau “binatang buas (monster)”, berasal dari kata debbe, yang berarti berjuang, kata ini sering digunakan untuk binatang dan serangga.[2] Sedangkan kalimat al-Ard (الأرض) berarti bumi. Namun makna secara bahasa, Dābbat al-Ard memiliki arti “Hewan tanah” dalam bahasa Indonesia.

[sunting] Wujud

Ibnu Jurayj mengatakan bahwa Ibnu Zubair menjabarkan binatang ini dengan rinci, "Kepalanya seperti kepala kerbau, matanya seperti mata babi, telinganya seperti telinga gajah, tanduknya seperti tanduk rusa jantan, lehernya seperti leher burung unta, dadanya seperti dada singa, warna kulitnya seperti warna kulit harimau, panggulnya seperti panggul kucing, ekornya seperti ekor biri-biri jantan dan kakinya seperti kaki unta. Diantara sepasang persendiannya sejarak 12 ukuran garis lurus.[3]

[sunting] Tugas

Ibnu Jurayj mengatakan bahwa Ibnu Zubair menjabarkan, "Ia akan membawa tongkat Musa dan memakai cincin Sulaiman. Tiada tersisa bagi orang beriman yang tersisa tanpa membuat tanda putih diwajahnya, sehingga bersinarlah wajahnya dan tiada yang tersisa bagi orang kafir tanpa membuat tanda hitam diwajahnya, sehingga hitam legam keseluruh wajahnya.
Ketika mereka sedang bertransaksi di pasar, mereka akan berkata, "Berapa harganya wahai orang beriman?" "Berapa harganya wahai orang kafir?"
Sehingga ketika salah seorang dari anggota keluarga duduk makan bersama, mereka akan mengetahui siapa yang beriman dan yang kafir.
Kemudian binatang itu berkata kepada orang beriman: "Wahai orang beriman, kalian akan berada di antara orang-orang penghuni Surga." dan berkata kepada orang kafir: "Wahai orang kafir, kalian akan berada di antara orang-orang penghuni Neraka."[4] Sesuai dengan firman Allah dalam Surah An Naml: 82,
“ Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.(An Naml: 82) ”
Abu Dawud at Tayalisi mencatat dari Abu Hurairah, Muhammad bersabda: "Binatang ini akan muncul dari perut bumi dan akan membawa tongkat Musa dan memakai cincin Sulaiman. Ia akan memukul hidung orang kafir dengan tongkat itu dan akan mengusap wajah orang beriman sehingga cerah dengan cincin itu. Sehingga mereka makan bersama, mereka akan saling mengenali orang yang beriman dan yang kafir."[5]
Juga kisah ini dicatat oleh Imam Ahmad dalam musnadnya, "Binatang itu akan memukul hidung orang kafir dengan cicin dan akan dan akan mebuat wajah orang beriman menjadi cerah dengan tongkat, sehingga ketika mereka makan bersama, mereka akan berkata satu sama lainnya, "Wahai orang beriman" dan "Wahai orang kafir".[6]
Beberapa hadits juga mencatat seperti berikut, apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’.
Readmore...

CHUPACABRA

0 komentar
 
[tʃupaˈkaβɾas], dari kata chupar "mengisap" dan cabra "kambing", bermakna "pengisap kambing"), adalah kriptid legendaris yang dikabarkan menghuni sebagian wilayah Benua Amerika. Chupacabra dikaporkan terlihat di Puerto Rico (penampakan pertama), Meksiko, dan Amerika Serikat.[2] Makhluk ini dilaporkan menyerang dan mengisap darah ternak, terutama kambing. Deskripsi fisiknya bervariasi. Penampakan pertama dilaporkan terjadi pada awal tahun 1990 di Puerto Rico, dan sejak itu makhluk ini dilaporkan muncul dari sejauh Maine, Amerika Serikat di utara, dan sampai sejauh Cili di selatan. Diperkirakan makhluk ini seukuran beruang kecil. Biolog dan ahli hewan liar menganggap hewan ini hanyalah takhayul.[3]
Readmore...

CHIMAIRA

0 komentar
 
; Chímaira) adalah makhluk legendaris dari mitologi Yunani yang merupakan gabungan dari tiga hewan: ular, kambing, dan singa. Berbadan kambing, berekor ular, dan berkepala singa, namun beberapa kisah mengatakan kepalanya terdiri dari dua hewan (kambing dan singa), atau gabungan dari ketiga hewan tersebut. Chimaira mampu menyemburkan api dari hidung dan mulutnya. Kadang-kadang Chimaira menjadi lambang kekuatan setan. Menurut mitologi, Chimaira merupakan puteri dari Tifon dan Ekhidna, dan bersaudara dengan beberapa monster dalam legenda, seperti anjing Kerberos dan Hidra dari danau Lernai.
Chimaira berhasil dikalahkan oleh Bellerofon sambil menunggangi Pegasus (kuda bersayap), atas perintah Raja Iobates dari Likia. Ia mengalahkan Chimaira dengan lembing dan memenggal kepala makhluk itu.
Gambar Chimaira pada suatu nampan dari masa Yunani Kuno.
Readmore...

BASILISK

0 komentar
 
: βασιλίσκος basiliskos, raja kecil, bahasa Latin: Regulus) adalah reptil dalam legenda Eropa yang dikenal sebagai raja ular dalam mitologi (serpent) dan memiliki kemampuan untuk menimbulkan kematian bila menatapnya.
Bila dideskripsikan, basilisk adalah kadal besar, ular raksasa atau ayam jantan setinggi tiga kaki dengan ekor dan gigi ular. Deskripsi ini mirip dengan cockatrice. Basilisk disebut raja karena ia digambarkan memiliki mitre - atau tonjolan tengkorak berbentuk mahkota. Cerita-cerita tentang basilisk hampir sama dengan cockatrice. Dilegendakan, basilisk berasal dari telur ular yang ditetaskan ayam jantan (kebalikan dari cockatrice yang berasal dari telur ayam yang dierami oleh ular.
Readmore...

BABI ERIMANTHIOS

0 komentar
 
Dalam mitologi Yunani, Babi Erimanthios (Yunani: Ἐρυμάνθιοs ὁ κάπρος; Latin: Erymanthius aper) adalah makhluk yang harus ditangkap oleh Herakles dalam rangka menyelesaikan tugas keempatnya. Herakles mngunjungi Khiron terlebih dahulu untuk mendapatkan saran mengenai cara menangkap babi tersebut, dan Khiron menyuruhnya untuk menggiring babi itu ke dalam salju tebal. Pada pertengahan musim dingin, Herakles melakukan usahanya dan berhasil. Setelah menangkap babi tersebut, Herakles mengikat dan membawanya ke Euristheus, yang takut dan bersembunyi. Euristheus kemudian menyuruh Herakles untuk menyingkirkan binatang itu yang dituruti oleh Herakles.
Readmore...

AZAZIL

0 komentar
 
, Inggris: Azazel, Izazil) adalah nama asli dari Iblis dan merupakan nenek moyang para Jin. Menurut legenda bahwa sebelum diciptakannya Adam, Azâzîl pernah menjadi Imam para Malaikat atau Sayyid al-Malaikat (Penghulu para Malaikat),[1][2] Khazin al-Jannah (Bendaharawan Surga) dan Abu al-Jan (Bapak para Jin).[3]

Etimologi

Azâzîl terdiri atas al-‘azâz yang berarti 'hamba' dan al-îl yang berarti 'Allah' . Kata al-‘azâz berasal dari al-‘izzah yang berarti
Readmore...

NAGA

0 komentar
 
adalah sebutan umum untuk makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa. Makhluk ini muncul dalam berbagai kebudayaan. Pada umumnya berwujud seekor ular besar, namun ada pula yang menggambarkannya sebagai kadal bersayap.

India

Istilah naga merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta atau India kuna yang bermakna "ular". Dalam naskah Mahabharata dikisahkan bahwa
Readmore...